Minggu, 18 Desember 2022

Pak Mubin : Siapa Saja Yang Menjual, Membeli, dan Untuk Apa?


Siniu, Barakah Pecinta Alam (BPA) Siniu berkesempatan untuk bersilaturrahmi di kediaman dan berbincang bersama Ustaz Drs. H. Mubin Abidin, MM tepatnya di sekitaran Pondok Pesantren Modern Alkhairaat Siniu, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Indonesia.

Dalam agenda ini, kami meminta pandangan tentang isu penjualan tanah yang ada di Desa Siniu sekitar 500 Hektar dalam nilai keseluruhan dari target industri yg dimaksud diperkirakan 2500 Hektar untuk wilayah Kecamatan Siniu, yang merupakan suatu kepedulian penting bagi Barakah Pecinta Alam (BPA) Siniu maupun masyarakat Desa Siniu dalam merespon isu-isu lingkungan.

Dalam bahasa beliau, selaku pimpinan Ponpes Model Alkhairaat Siniu dan sekaligus Ketua Baznas Kabupaten Parigi Moutong, mengatakan, pertama, kita harus mengetahui dulu, siapa saja yang menjual, membeli, dan untuk apa? Jangan sampai info yang diterima adalah info sesat, artinya tidak tepat.

Isu ini pernah beliau dengar, namun belum memberikan keterangan yang jelas apa maksud dari penjualan tanah ini, apakah memenuhi aturan atau tidak? Ujarnya. 

Mantan Kepala Desa Siniu ini juga mengungkapkan bahwa sudah menjadi hak pemerintah untuk menerangkan kepada seluruh masyarakat dengan cara musyawarah yang sudah dijamin dalam undang-undang, agar supaya bisa mencapai kesepakatan bersama demi kesejahteraan bersama, artinya pemerintah menjadi solusi dari permasalahan ini.

Selanjutnya menurut beliau, mengherankan memang, kalau tanah yang dibeli mencapai ratusan bahkan ribuan hektar, karena jika itu memang industri, besaran hektarnya tidak mencapai angka demikian, ditambah heranya adalah masa iya, besaran itu hanya dibeli oleh perorang, itu buat apa?

Apabila diperhatikan kembali kabar yang beredar, menurut ketua BPD Siniu, bahwa perusahaan yang hadir di Desa Siniu adalah PT. Guna Wijaya, sedangkan menurut masyarakat Desa Siniu adalah PT. Anugrah Tehnik Industri, tetapi menurut masyarakat Desa Towera adalah PT Anugrah Tambang Industri, yang didukung lewat Radar Sulteng, bahwa PT ATI itu membutuhkan luas tanah untuk pengelolahan sekitar 2500 Hektar dan keluasan itu mencakup luas kawasan Kecamatan Siniu, yang terdiri dari Desa Towera, Siniu, Sayogindano, Toraranga, Silanga, dan Silanga Barat.

Yang menjadi fokus adalah industri apa yang sebenarnya? Apakah PT Guna Wijaya, Anugrah Tehnik Industri, atau malah benar Anugrah Tambang Industri? Itu dulu yang diperjelas kata Ketua Baznas ini, jangan sampai kita kembali pada masa penjajahan yang awalnya membeli rempah-rempah, tetapi ada niat untuk menguasai tanah Indonesia dengan cara paksa. Maka dalam hal ini Kepala Desa harus bertanggung jawab atas permasalahan dan mencegah mencegah hal-hak yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Bukan berarti beliau mengomentari sepihak, ini juga menjadi kepekaan generasi muda dalam menanggapi isu ini dengan bertanya dan meminta keterangan tentang kasus ini pada tokoh-tokoh di Desa utamanya pada Pak Kepala Desa, karena telah dijamin oleh Undang-undang tentang hak bertanya dan meminta keterangan. Karena dengan pasti, kebaikan atau keburukan pasti akan ketahuan, tegas beliau.

Sumber : Barakah Pecinta Alam (BPA) Siniu 

Jumat, 16 Desember 2022

PENJUALAN UNTUK PRIBADI ATAU INDUSTRI

SINIU. Sekitar pukul 13:30 WITA, Barakah Pecinta Alam berkesempatan berkunjung di kediaman Bapak Asrul L Makassau selaku Ketua BPD Siniu, dalam hal ini mendiskusikan tentang penjualan tanah dan industri yang akan masuk di wilayah Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam diskusi ini kami membahas tentang apakah ada keterkaitan antara penjualan tanah di Desa Siniu, dan industri yang akan masuk di Wilayah Kecamatan Siniu tepatanya di Desa Towera?

Beliau mengungkapkan bahwa kami selaku lembaga tertinggi di Desa tidak punya hak untuk melarang warga menjual tanah mereka, tetapi di sisi lain, Pak Asrul L Makassau selaku ketua BPD tidak menyatakan sikap untuk tidak menyepakati kecuali pembelian tanah sesuai dengan kesejahteraan yang diharapkan, misalnya Rp. 300.000/meter.

Beliau juga mengungkapkan bahwa penjualan tanah di Desa Siniu tidak berkaitan dengan PT. Guna Industri yang sekarang mencoba berada di Desa Towera.

Jadi, target tanah yang menjadi incaran PT. Guna Industri itu sebanyak 2500 Hektar dari masing-masing Desa yang ada di Kecamatan Siniu, yakni, Desa Towera, Siniu, Siniu Sayogindano, Toraranga, Silanga, Dan Silanga Barat.

Penjualan tanah ini, masing-masing Desa ditargetkan sebanyak 500 Hektar/Desa untuk mencapai target dari perusahaan PT. Guna Industri, yang sampai sekarang belum diketahui apa gunanya untuk masyarakat Wilayah Kecamatan Siniu.

Yang menjadi penolakan Ketua BPD Siniu juga bahwa, kenapa iya, masyarakat menjual tanah pada pribadi hanya Rp. 2.000/meter, sedangkan kalau memang berbicara tentang kesenjangan ekonomi maupun krisis moneter, harganya pula harus sesuai dengan bukan berdasar atas kemauan, tetapi untuk menjamin kehidupan jangka panjang. Berarti, harga Rp. 2.000/meter dinyatakan tidak sesuai sama sekali untuk menjamin kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.

Sebagai inti dari pembicaraan ini, Ketua BPD Siniu menyampaikan pada kami, untuk terus memantau dan mensupport Lembaga BPD menolak penjualan tanah yang sama sekali tidak menyelesaikan masalah kesejahteraan bersama.

Sumber : BPA BARAKA SINIU

Senin, 14 November 2022

Harapan Kades Siniu : KKN Untad Angkatan 102 Bisa Lebih Baik Dari Sebelumnya

SINIU - Pemaparan program kerja dan perkenalan Mahasiswa KKN Universitas Tadulako (UNTAD) angakatan 102. minggu (13/11/22), di Desa Siniu kec. Siniu dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Tokoh Hadat dan Pemuda setempat. 

Dalam pertemuan tersebut yang diadakan di aula kantor Desa Siniu, Bapak Gurfan Ali selaku kepada Deesa Siniu menuturkan bahwa “kedatangan Mahasiswa KKN Untad sudah yang ke tiga kali di Desa Siniu beliau juga menuturkan agar fokus pada program wajib yang 70 persen dan kalaupun ada program tambahan seperti kegiatan lomba agar memperhitungkan waktu pelaksanaannya mengingat waktu hanya sebulan untuk mahasiswa KKN."
Dan beliau juga menambahkan agar mahasiswa KKN bisa lebih berkontribusi dalam semua hal dan bisa lebih baik dari pada KKN sebelumnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Adat Desa Siniu, "Bapak Hamrut menyasali pada pertemuan tersebut tidak hadirnya beberapa aparat desa dan tokoh hadat.
Catat ada beberapa tokoh hadat yang harus di undang pada pertemuan selanjutnya, ketika mereka tetap tidak hadir saya merahi mereka." Ujar beliau

Sementara itu, Kordinator Desa (Kordes) Saudari Nirmala Mangin dalam sambutannya mengucapkan rasa hormat kepada bapak kades dan para aparat atas penyambutannya. 
Nirmala menambahkan, kami siap menerima program tambahan dengan ketentuan bisa bekerja sama dengan teman-teman pemuda dalam mensukseskan setiap kegiatan.

Pesan untuk mahasiswa KKN 102 "menjadi poin penting teman-teman di turunkan kemasyarakat itu ialah mengabdi pada masyarakat, lakukan kegiatan yang beda biar poin pengabdiannya nampak di desa dan di hati masyarakat." Riady dalam keterangan tertulis via grub WhatsApp yang di terima, Senin (14/11/22).

Kamis, 27 Oktober 2022

SC Tetapakan Zadrak Wamebu Sebagai Pimpinan Sidang Tetap KMAN VI Di Papua

Kamis, 27 Oktober 2022
Sentani – Steering committee (SC) menetapkan sembilan nama sebegai Pimpinan sidang tetap pada Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-Enam (KMAN-VI) digelar di Stadion Barnabas Youwe Sentani. Kemudian, dua diantaranya dari Barisan Pemuda Adat Nusantara dan Perempuan AMAN.

Tujuh region itu yakni, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Balinusra, Maluku dan Papua.

Setelah melakukan konsolidasi singkat dari ke sembilan perwakilan, region Papua Zadrak Wamebu berkesempatan menjadi pimpinan sidang pada Kongres AMAN VI di Kabupaten Jayapura, Papua, (27/10/2022) siang.

Bapak Zadrak Wamebu menjadi pimpinan sidang dari region Papua didampingi oleh tiap region di seluru Nusantara yakni, Romma Sombolinggi dari Sulawesi, Ferdy Kurnianto dari Kalimantan, Patinatuheu dari MalukuWiwin Indiarti dari Jawa, Harun Nuh dari Sumatera, Sinarto dari Balinusra, Meliana Yubi dari perwakilan Perempuan AMAN dan Yakob Sirongo-rongo dari perwakilan Pemuda Adat Nusantara.

Setelah terpilih menjadi pimpinan sidang tetap kongres AMAN VI Zadrak Wamebu mengimbau seluruh peserta kongres untuk tetap tenang.

Mari kita bersama-sama lakukan kongres ini dengan bermartabat sesuai dengan jati diri anak adat," ujarnya.

Selasa, 25 Oktober 2022

Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Jayapura Disambut Baik Masyarakat Setempat

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jayapura Benhur Wally mengatakan, pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI disambut masyarakat setempat.

Dia menyebutkan, pihaknya tengah menyosialisasikan kegiatan KMAN VI ke masyarakat sekitar dan mendapatkan sambutan baik, khususnya masyarakat adat setempat.

Sosialisasi dilakukan di kampung-kampung untuk bertemu dengan para ondoafi (pimpinan masyarakat adat di sekitar Sentani) serta tokoh adat untuk meminta restu atas terselenggaranya KMAN VI.

“Namun, kami panitia tidak terlalu fokus pada masyarakat umum. Kami lebih berfokus pada komunitas masyarakat adat yang menjadi anggota AMAN," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (11/10/2022)

Selain itu, pelaksanaan KMAN VI juga disambut baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Benhur menambahkan, pelaksanaan kegiatan KMAN VI akan berlangsung di Stadion Barnabas Youwe (SBY), Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Panitia KMAN VI memutuskan SBY sebagai salah satu pelaksanaan kongres meski sempat akan memilih Stadion Utama Lukas Enembe (SULE).

Namun, dengan pertimbangan proses perizinan dari Pemprov Papua yang membutuhkan waktu, maka tim panitia memutuskannya di SBY.

Hal itu dilakukan melalui koordinasi dengan Ketua Umum Panitia KMAN VI yang juga menjabat sebagai Bupati Jayapura, yaitu Mathius Awoitauw. Pemkab Jayapura pun memberikan dukungan.

Pak Mubin : Siapa Saja Yang Menjual, Membeli, dan Untuk Apa?

Siniu , Barakah Pecinta Alam (BPA) Siniu berkesempatan untuk bersilaturrahmi di kediaman dan berbincang bersama Ustaz Drs. H. Mu...